ARTIKEL

Hanya Orang yang Menjaga Komitmen yang Sukses

Kegagalan demi kegagalan hanya akan dialami oleh orang yang tidak jelas dan tidak kuat dalam mengusahakan pencapaian tujuan diri atau berkomitmen. Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Cobalah periksa dengan cermat penyebab ke gagalannya?

1. Kebanyakan orang menyalahkan orang lain ketika mengalami kegagalan.

2. Kebanyakan orang menyalahkan masa lalu sebagai penyebab kegagalan.

3. Kebanyakan orang tidak mengenal potensi besarnya dan malas menggali potensinya.

4. Kebanyakan orang sibuk mencapai yang prestasi kecil-kecil dan terlambat mencapai prestasi besar.

5. Sedikit orang mengabdikan diri pada komitmen yang ia tetapkan sendiri.

MENGENAL PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA

Pendidikan tinggi di Indonesia merupakan kelanjutan dari pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik agar menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan / atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan / atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan / atau kesenian dan kebudayaan.

1. PENDIDIKAN AKADEMIK

Pendidikan Akademik mengutamakan peningkatan mutu dan memperluas wawasan ilmu pengetahuan. Pendidikan ini diselenggarakan oleh:

A. UNIVESITAS

Universitas Indonesia, salah satu dari banyak perguruan tinggi unggulan Indonesia

Universitas adalah perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah yang menyelenggarakan program pendidikan akademik atau professional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan. Universitas merupakan perguruan tinggi yang mempunyai program studi yang paling beragam, dari bidang eksakta sampai dengan bidang sosial; dari bidang teknologi sampai dengan bidang bahasa, sastra dan seni budaya. Bidang kemampuan tersebut dikelompokkan dalam fakultas-fakultas. Di beberapa universitas terdapat fakultas-fakultas yang lebih menjurus, atau beberapa fakultas digabungkan menjadi satu fakultas saja.

B. INSTITUT

Gedung CC Timur ITB

Gedung Campus Centre  Intitut Teknologi Bandung

Institut adalah perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah yang menyelenggarakan program pendidikan akademik atau professional dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian yang sejenis. Di institute, fakultas yang satu dengan yang lain berlandaskan pada ilmu sejenis.

C. SEKOLAH TINGGI

Sekolah Tinggi Administrasi Negara

Sekolah tinggi adalah perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah yang menyelenggarakan pendidikan akademik atau professional dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu. Perbedaan antara institut dan sekolah tinggi adalah dibukanya sekelompok program studi sejenis di institut; sedangkan di sekolah tinggi hanya terdapat satu program studi . Contohnya, ITB terdiri dari beberapa fakultas dengan beberapa program studi dengan landasan ilmu sejenis. Sedangkan di Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN)  hanya terdapat beberapa program studi sejenis, yang pada hakekatnya merupakan satu fakultas saja.

2. PENDIDIKAN PROFESIONAL

Pendidikan professional mengutamakan peningkatan kemampuan dan penerapan ilmu pengetahuan dan penerapan ilmu pengetahuan. Pendidikan ini diselenggarakan oleh:

A. AKADEMI

Akademi merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan satu jurusan atau satu program studi saja dan lebih menekankan pada pendidikan kejuruannya. Lembaga pendidikan ini menggembleng mahasiswa untuk lebih mendalami keterampilan praktik kerja dan kemampuan untuk mandiri. Program pendidikannya adalah 60% teori dan 40% praktik. Lulusan akademi tidak bergelar.

B. POLITEKNIK

Politeknik Negeri Bandung

Sama seperti akademi, politeknik juga perguruan tinggi yang menyelenggarakan satu jurusan atau satu program studi saja dan lebih menekankan pada pendidikan kejuruannya. Lembaga ini juga menggembleng mahasiswa untuk lebih mendalami keterampilan praktik kerja dan kemampuannya untuk mandiri. Perbedaan antara akademi dan politeknik adalah pada porsi praktiknya. Di politeknik, mahasiswa menjalani 45% praktik dan 55% teori. Idealnya suatu politeknik memiliki alat praktik yang lengkap untuk satu persatu mahasiswanya. Dengan demikian, jumlah mahasiswa yang diterima di politeknik sangat dibatasi oleh ketersediaan alatnya. Lulusan politeknik tidak bergelar.

C. DIPLOMA

Tenaga kependidikan non PNS - D3 Hukum Sekolah Vokasi UGM

Program Diploma Hukum Universitas Gadjah Mada

Di beberapa universitas dan institut dibuka juga program studi non gelar, mirip akademi atau politeknik. Istilah program studi tersebut adalah diploma atau disingkat dengan D. Program diploma berjangka waktu tertentu, seperti D1 (untuk pendidikan satu tahun), D2 (utuk pendidikan dua tahun) sampai dengan D4. Sesuai dengan Undang-ungdang Sistem Pendidikan, mahasiswa D3 diberi peluang untuk berpindah jalur ke jalur program gelar dan langsung masuk ke semester ke tujuh setelah mereka bekerja selama dua tahun.

D. KURSUS

https://i2.wp.com/www.beritaindonesia.hk/mancanegara/images/201111091225468001.jpeg

Suasana kursus Bahasa Korea di lembaga kursus bahasa

Kursus atau latihan keterampilan bertujuan memberikan kecakapan dan keterampilan dasar untuk dapat mengangani tugas-tugas dalam suatu lapangan kerja tertentu. Misalnya: kursus bahasa asing, kursus menjahit, kursus music, dll.

SISTEM PERKULIAHAN DI INDONESIA

Dunia kampus sangat berbeda dengan dunia sekolah di SMA. Perbedaan itu bukan sekadar perubahan sebutan, misalnya dari siswa menjadi mahasiswa, dari guru menjadi dosen, dari mata pelajaran menjadi mata kuliah, dari sekolahan  menjadi kampus. Perubahan itu ternyata juga menuntut perbedaan dalam cara belajar mahasiswa itu sendiri. Tidak sedikit mahasiwa gagal menyelesaikan kuliahnya karena masih meneruskan cara belajar mereka sewaktu sekolah di SMA. Sistem penilaian di SMA pun sangat berbeda dengan system penilaian kuliah di perguruan tinggi yang menggunakan system kredit semester (SKS).

Penting untuk diketahui bahwa apabila seorang mahasiswa dinyatakan gagal di salah satu mata kuliah, ia harus mengulang mata kuliah tersebut pada semester berikutnya sebagai pengganti dari kredit semester yang dinyatakan gagal tersebut. Berikut jumlah total kredit semester yang harus ditempuh oleh seorang mahasiswa selama kuliah:

MAHASISWA TIDAK LULUS MATA KULIAH? BAGAIMANA?

Dalam sistem  SKS, nilai hasil ujian mahasiswa diberikan dalam bentuk huruf atau penilaian secara kualitatif, mulai dari nilai terbagus A, B, C, D dan E sebagai nilai paling buruk. Pada umumnya, mahasiwa yang memperoleh nilai D dan E dipersepsikan sebagai gagal menempuh mata kuliah dan harus mengulang di semester lain.

Nilai C merupakan nilai terendah dalam kriteria kelulusan suatu mata kuliah.  Semakin sering mahasiswa memperoleh nilai A dalam setiap ujian, semakin mendekatkan mahasiswa pada pencapaian indeks prestasi (IP) tertinggi, yaitu 4,0.

MAHASISWA ABADI?

Mahasiswa abadi adalah istilah bagi mahasiswa yang terlalu lama masa kuliahnya karena terlalu banyak mata kuliah yang tidak lulus dan harus diulang-ulang di semester lain. Ia membuang-buang waktu percuma dan dapat berakhir pada DO (dropped out).

Mahasiswa abadi pada umumnya memiliki IP yang rendah atau sangat rendah sehingga hanya diizinkan mengambil sedikit mata kuliah yang ditawarkan program studinya. IP atau Indeks Prestasi sebenarnya merupakan akumulasi nilai yang diperoleh mahasiswa dari perhitungan SKSnya. Perhitungannya sebagai berikut:

Keterangan:

K = Besarnya bobot kredit

N= Nilai setelah dikonversi dalam bentuk bilangan

Semakin kecil IP yang diperoleh, semakin sedikit jumlah kredit semester yang didapat dan semakin sedikitlah pula jumlah mata kuliah yang dapat diambil oleh mahasiswa. Akibatnya, semakin lama pula waktu yang diperlukan bagi mahasiswa tersebut untuk tamat kuliah.

Perhatikan table di bawah ini agar semakin dapat kita sadari bahwa prestasi belajarmu  atau IP yang diperoleh akan menentukan cepat atau lambatnya kamu tamat kuliah:

MAHASISWA ABADI SECARA PSIKOLOGIS?

Setiap orang dapat berhasil dan dapat pula gagal dalam kuliahnya. Itu semua sangat bergantung dari usahanya mengatur diri menjadi pribadi yang dewasa dan bertanggung jawab (self management). Orang yang semakin hari semakin mau tertib, disiplin, mau mendengarkan, positif thinking, mau bertahan, tekun belajar, tulus berkawan, berpendirian yang positif, menghargai jerih payah orang tua, mereka pada umumnya telah 90% menang dalam kuliahnya. Mereka hanya perlu 10% untuk tamat kuliahnya.

Sebaliknya, orang yang self managemennya tidak dia usahakan tumbuh dengan baik akan menuai kegagalan kuliah. Mereka adalah pribadi yang suka ikut-ikutan teman (tidak berpendirian), malas, tidak menghargai waktu, mudah menyerah, tidak menghargai jerihpayah orang tunya, tidak mau mendengarkan orang yang lebih tua dan bijak. Mereka berpotensi menjadi mahasiswa abadi karena kurang dewasa dan kurang bertanggung jawab.

– – – – – – –

Keluarga Besar SMAK PENABUR Bintaro Jaya

mengucapkan:

Dirgahayu Republik Indonesia

&

Selamat Idul Fitri

Mohon Maaf Lahir dan Batin

– – – – – – –

BIMBEL UN atau BIMBEL SNMPTN YA?

Memulai tahun ajaran bagi siswa kelas XII menjadi penentu masa depan menjelang kuliah. Baru saja mulai sekolah sudah banyak pertanyaan di dalam diri siswa: mau kuliah apa? Di mana? Seperti apa? Biayanya berapa? Ortu setuju atau tidak? Dan sebagainya, yang semuanya menantang! Tak kalah seru, ada siswa juga yang mulai memikirkan bimbingan belajar untuk persiapan SNMPTN. Perlukah itu?

vs 

Marilah sejenak kita pikirkan tentang Bimbel…

Bimbel atau bimbingan belajar merupakan sarana bantu untuk mengejar ketinggalan belajar di sekolah atau pun sarana pengayaan (up grade) bagi siswa yang telah menguasai materi pelajaran di sekolah. Umumnya tidak ada kerja sama bimbel dan sekolah, meskipun secara fungsi nampak unsur kesinambungan kerja (sinergi).

Apa yang terjadi di masa-masa kini, merupakan fenomena luar biasa di antara kelompok-kelompok bimbel yang tumbuh menjamur di mana-mana, dengan menawarkan berbagai program: naik kelas, lulus UN, lolos SNMPTN dan sebagainya. Bagi siswa dan orang tua siswa fenomena itu memicu letupan-letupan harapan bahwa siswa atau anaknya dapat meningkat kemampuan belajarnya bila memilih bimbel tertentu dengan program tertentu. Tak pelak lagi, sejumlah bimbel mematok biaya besar, dan bahkan memakai jaminankeberhasilan apabila mengikuti programnya. Banyak siswa dan orang tua terbius mengikuti program itu.

Baiklah kita lebih fokus pada program bimbel mana yang paling tepat: bimbel UN atau bimbel SNMPTN yang paling tepat kita pilih. Penting untuk kita sadari bahwa prioritas untama tiap siswa adalah harus lulus UN terlebih dahulu, baru kemudian memprioritaskan diri menggapai harapan lolos SNMPTN. Tidak ada faedahnya bila siswa atau anak mempersiapkan SNMPTN apabila sangat kedodoran dalam UN.

Apabila siswa atau anak merupakan pribadi pembelajar yang telah menguasai pelajaran di sekolahnya dengan baik, merupakan pilihan bagi mereka:

  1. tidak ikut bimbel karena mereka hanya perlu waktu dan konsentrasi memperdalam sendiri materi pelajarannya sehingga lulus UN dan lolos SNMPTN.
  2. ikut bimbel untuk mempertahankan konsentrasi sebelum UN, dan setelah lulus UN melanjutkan bimbel untuk persiapan SNMPTN.

Apabila siswa atau anak merupakan pribadi pembelajar namun belum menguasai pelajaran di sekolah secara baik, dengan kata-kata lain: rajin tetapi belum mampu meraih nilai KKM secara stabil, sangat penting bagi mereka:

  1. mengikuti bimbel hanya untuk persiapan UN. Ini penting karena pada dasarnya mereka belum siap untuk menempuh UN.
  2. bimbel untuk persiapan SNMPTN dapat diikuti setelah UN dan memilih program ketat untuk SNMPTN.

Apabila siswa atau anak merupakan pribadi belum pembelajar dan belum menguasai pelajaran di sekolah, siswa atau anak harus berani menentukan sikap: saya harus dan hanya mengambil bimbel untuk persiapan UN agar tidak kecewa karena tidak lulus UN. Bagi mereka lulus UN lebih penting daripada mengejar harapan lolos  SNMPTN secara prioritas dan probabilitas.

PAKAILAH GPS DI SEKOLAH!

Seorang pendaki gunung, pelaut, tentara, pilot dan beberapa profesi lain tidak akan pernah salah arah selagi dia memiliki GPS (Global Positioning System) yang baik. Di zaman dahulu memang tidak ada GPS, namun mereka handal dalam memakai kompas danmembaca pergerakan rasi bintang. Di sekolah mungkin kita tidak akan tersesat untuk menemukan ruang kelas yang kita tuju. Lalu bagaimana dengan cita-cita dan target yang semestinya kita raih? Untuk yang ini kita mudah salah arah dan tersesat, tidak tahu jalan keluarnya.

Pakailah GPS yang handal untuk menemukan cita-cita dan target tujuanmu dan jangan abaikan! GPS di sekolah yang dapat kamu andalkan antaara lain:

1. Kegiatan Bimbingan dan Konseling.

2. Peraturan Sekolah

3. Peraturan Akademis (kurikulum)

4. Arahan dari walikelas dan guru bidang studi.

Kalau kamu siswa kelas X, sangat penting bagimu untuk mengumpulkan berbagai informasi tentang GPS yang berlaku di sekolahmu itu selama Masa Orientasi Peserta Didik (MOP). Informasi itu akan menuntunmu agar dapat menyesuaikan diri dengan baik di sekolah dan memiliki orientasi cita-cita dan target yang harus kamu raih. Lebih dari itu kamu akan semakin termotivasi meraih prestasi yang optimal.

Ke-empat poin di atas sangat penting juga bagi siswa kelas XI dan XII yang mulai memasuki penjurusan dan persiapan ujian nasional serta kompetisi masuk perguruan tinggi. Mangabaikan semua itu dapat berakibat fatal, mulai dari tidak naik kelas hingga tidak lulus ujian nasional.

SMAK PENABUR Bintaro, dua kali meluluskan alumninya dengan predikat sekolah swasta terbaik di Tangerang Selatan. Predikat ini diraih bukan karena sekolah memilih siswa-siswi yang memang cerdas tetapi karena kerja sama siswa-siswi dan guru yang menumbuhkan kemauan bekerja dan belajar dengan keras, mau dibentuk dan membentuk kepribadian diri yang the BEST (Be tough, Excel worlwide, Share with society, Trust in God). Peran orang tua dan guru yang saling bekerja sama dan komunikatif juga menyumbang pada pencapaian siswa ini.

Setiap siswa yang berjuang memampukan diri sesuai dengan bimbingan guru akan menemukan keasyikan belajar dan berakhir pada keberhasilan diri di kenaikan kelas, Ujian Akhir Nasional dan Persaingan Perguruan Tinggi.

Miliki GPS dan gurnakan untuk masa depanmu!

AMBISI DAN TANTANGAN

Perohis yang kukasihi…

Siapa diantara kita belum mengenal tokoh Tintin? Bagi yang pernah membaca kisah-kisahnya tentu ingat bagaimana kepribadian Tintin. Ambisius, suka tantangan dan terus berusaha sampai mendapatkan jawaban (tekun).

picture from: http://amievanjava.blogspot.com

Kita perlu ambisi sukses di setiap masa hidup kita. Kita perlu menciptakan tantangan pada setiap masa hidup yang akan kita lalui. Ambisi dan tantangan itu yang akan membuka tabir “siapakah sejatinya diriku?,” yang akan menunjukkan banyak keunggulan dan kelemahan kita, yang akan mendewasakan di masa depan.

Kita dapat berhasil ataupun gagal dalam setiap ambisi dan tantangan yang kita ciptakan. Namun itu bukanlah masalah selama kita punya sikap positif thinking dan bertanggung jawab. Setiap kegagalan selalu dapat kita perbaiki menjadi keberhasilan yang optimal. Belajar dari setiap kegagalan membuat kita mampu survive di masa depan. Selalu ada hikmat yang dapat kita petik dari setip kegagalan saat ini untuk memetik keberhasilan di masa depan.

Mengawali tahun pelajaran baru ini, siswa dan guru perlu menciptakan ambisi dan tantangan pribadi. Saya mempunyai ambisi menggerakkan para siswa peduli pada lingkungan hidup dan tertantang untuk membimbing siswa agar naik kelas dan lulus 100% lagi.

Siswa baru kelas X akan mengawali dengan Masa Orientasi Siswa (MOS). Anda akan mengenal sekolah dan sistem yang ada di sekolah. Kenalilah semua yang ada di sekolahmu dan temukan bahwa banyak hal yang menantang dapat kamu ciptakan di sekolahmu yang baru. Jangan hanya sekadar naik kelas! Kamu harus menantang dirimu untuk bisa naik kelas di IPA atau di IPS dengan cumlaude atau summa cumlaude. Kamu bisa mencapai itu asalkan dengan sikap dan emosi belajar yang tepat.

Siswa kelas XI IPA dan XI IPS harus menyadari bahwa kelas yang Anda tempati saat ini bukanlah kelas sembarangan. Bagaimanapun usahamu untuk sampai di level ini adalah usaha kerasmu dan ini belum cukup sampai di sini. Sadarilah bahwa di pertengahan dan di akhir kelas XI ini, Anda akan dinilai telah cukup siap untuk mengikuti Ujian Nasional 2013 nanti. Apabila sampai akhir Juni 2012 Anda dinilai tidak cukup siap UN, maka lebih baik Anda tinggal kelas.

Dan siswa yang paling mendekati masa kritis adalah siswa kelas XII IPA dan XII IPS. Anda tidak akan mempunyai banyak waktu untuk persiapan UN. Mudah untuk mengatakan: “Saya siap menghadapi UN!” Namun sebenarnya, tidak semudah itu Anda menghadapi UN. Anda perlu ambisi dan tantangan untuk mengalahkan diri Anda untuk disiplin belajar dan mengurangi kegiatan yang tidak penting. Yakinlah bahwa dengan banyak doa disertai pengendalian sikap dan emosi diri, Anda dapat mengalahkan tantangan UN itu dengan baik.

Sekarang apa ambisi dan tantangan kalian? Selamat belajar dan sukses untuk kalian. Salam Perohis!

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

MENGENAL PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA

Pendidikan tinggi di Indonesia merupakan kelanjutan dari pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik agar menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan / atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan / atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan / atau kesenian dan kebudayaan.

1.       PENDIDIKAN AKADEMIK

Pendidikan Akademik mengutamakan peningkatan mutu dan memperluas wawasan ilmu pengetahuan. Pendidikan ini diselenggarakan oleh:

A.      UNIVESITAS

Universitas adalah perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah yang menyelenggarakan program pendidikan akademik atau professional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan. Universitas merupakan perguruan tinggi yang mempunyai program studi yang paling beragam, dari bidang eksakta sampai dengan bidang sosial; dari bidang teknologi sampai dengan bidang bahasa, sastra dan seni budaya. Bidang kemampuan tersebut dikelompokkan dalam fakultas-fakultas. Di beberapa universitas terdapat fakultas-fakultas yang lebih menjurus, atau beberapa fakultas digabungkan menjadi satu fakultas saja.

B.      INSTITUT

Institut adalah perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah yang menyelenggarakan program pendidikan akademik atau  professional dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian yang sejenis. Di institute, fakultas yang satu dengan yang lain berlandaskan pada ilmu sejenis.

C.      SEKOLAH TINGGI

Sekolah tinggi adalah perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah yang menyelenggarakan pendidikan akademik atau professional dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu. Perbedaan antara institut dan sekolah tinggi adalah dibukanya sekelompok  program studi sejenis di institut; sedangkan di sekolah tinggi hanya terdapat satu program studi . Contohnya, ITB terdiri dari beberapa fakultas dengan beberapa program studi dengan landasan ilmu sejenis. Sedangkan di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti hanya terdapat beberapa program studi sejenis, yang pada hakekatnya merupakan satu fakultas saja.

2.       PENDIDIKAN PROFESIONAL

Pendidikan professional mengutamakan peningkatan kemampuan dan penerapan ilmu pengetahuan dan penerapan ilmu pengetahuan. Pendidikan ini diselenggarakan oleh:

A.      AKADEMI

Akademi merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan satu jurusan atau satu program studi saja dan lebih menekankan pada pendidikan kejuruannya. Lembaga pendidikan ini menggembleng mahasiswa untuk lebih mendalami keterampilan praktik kerja dan kemampuan untuk mandiri. Program pendidikannya adalah 60% teori dan 40% praktik. Lulusan akademi tidak bergelar.

B.      POLITEKNIK

Sama seperti akademi, politeknik juga perguruan tinggi yang menyelenggarakan satu jurusan atau satu program studi saja dan lebih menekankan pada pendidikan kejuruannya. Lembaga ini juga menggembleng mahasiswa untuk lebih mendalami keterampilan praktik kerja dan kemampuannya untuk mandiri. Perbedaan antara akademi dan politeknik adalah pada porsi praktiknya. Di politeknik, mahasiswa menjalani 45% praktik dan 55% teori. Idealnya suatu politeknik memiliki alat praktik yang lengkap untuk satu persatu mahasiswanya. Dengan demikian, jumlah mahasiswa yang diterima di politeknik sangat dibatasi oleh ketersediaan alatnya.  Lulusan politeknik tidak bergelar.

C.      DIPLOMA

Di beberapa universitas dan institut dibuka juga program studi non gelar, mirip akademi atau politeknik. Istilah program studi tersebut adalah diploma atau disingkat dengan D. Program diploma berjangka waktu tertentu, seperti D1 (untuk pendidikan satu tahun), D2 (utuk pendidikan dua tahun) sampai dengan D4. Sesuai dengan Undang-ungdang Sistem Pendidikan, mahasiswa D3 diberi peluang untuk berpindah jalur ke jalur program gelar dan langsung masuk ke semester ke tujuh setelah mereka bekerja selama dua tahun.

D.      KURSUS

Kursus atau latihan keterampilan bertujuan memberikan kecakapan dan keterampilan dasar untuk dapat mengangani tugas-tugas dalam suatu lapangan kerja tertentu. Misalnya: kursus bahasa asing, kursus menjahit, kursus music, dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: