IAYP

I.A.Y.P

International Award for Young People

Adinugraha Internasional, International Award for Young People (IAYP) – Indonesia merupakan skema penghargaan untuk anak muda di Indonesia. IAYP pertama kali dicetuskan oleh Pangeran Philip, Duke of Edinburgh, di Inggris pada tahun 1956 bagi kaum muda laki-laki yang berusia 15 – 18 tahun.

Pangeran Philip

Skema Award bagi anak muda perempuan baru dimunculkan pada tahun 1958 dan pada perkembangan selanjutnya di tahun 1969 skema Award untuk anak laki-laki dan perempuan digabungkan. Batasan usia penerima Award pun mengalami perubahan yang memungkinkan semakin banyak kaum muda berkesempatan memperoleh  penghargaan internasional tersebut, yaitu 14 – 25 tahun (1980).

Di Indonesia, Award ini dikenal dengan nama Adikarsa Nugraha Cestita sejak tahun 1991 dan diubah menjadi Adinugraha Internasional, International Award for Young People pada tahun 2009.  Peserta IAYP di Indonesia meliputi 4 pulau (Jawa, Kalimantan, Bali dan Lombok) dengan jumlah peserta 2000-an peserta. Secara internasional IAYP telah diiukti oleh 140 negara dengan jumlah 8 juta peserta.

Prinsip IAYP

IAYP menerapkan tiga prinsip dasar yang perlu disadari dan dilaksanakan oleh peserta:

  1. Pencapaian Award bersifat pengembangan karakter individu secara bertahap.
  2. Keanggotaan bersifat sukarela dan peserta bebas menentukan kegiatan yang akan mereka jalankan.
  3. Award bersifat terbuka untuk semua anak muda.

Filosofi IAYP

  1. Mengikuti program IAYP itu gampang-gampang susah (tidak mudah didapat, tetapi semua anak muda bisa mendapatkannya)
  2. Setiap orang itu unik (kegiatan Award disesuaikan dengan kemampuan peserta)
  3. Award bersifat pengembangan karakter secara menyeluruh (melalui kegiatan 4 komponen Award)
  4. Award tidak bersifat kompetitif (lebih merupakan tantangan individu).

Program IAYP

Program IAYP terbuka diikuti oleh siapa saja anak muda berusia 14 – 25 tahun, yang penuh semangat ingin mengembangkan karakter positif melalui 4 komponen dasar dan pencapaian 3 level Award.

Basecamp Ekspedisi IAYP BPK PENABUR di Gunung Bunder

Empat  komponen dasar yang dapat dijalankan oleh peserta adalah sebagai berikut:

  1. Kegiatan Layanan Masyarakat (Service), dimana peserta dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi kehidupan orang-orang di sekitarnya. Tujuan service adalah untuk memberikan rasa bertanggungjawab atas diri sendiri, lingkungan sekitar, bangsa dan negara. Contoh: mengunjungi rumah sakit, penti jompo, panti asuh, menjadi sukarelawan LSM, sukarelawan tempat ibadah, sukarelawan tutor bagi adik kelas, dll.
  2. Kegiatan Keahlian (Skill), dimana peserta akan belajar mengasah kemampuan mereka atau mempelajari keahlian yang baru. Contoh: belajar memainkan alat musik, belajar bahasa asing, belajar menjadi konselor sebaya, belajar pemeliharaan tanaman anggrek, belajar pembuatan karya tulis, belajar fotografi, belajar jurnalistik, dll.
  3. Kegiatan Rekreasi Fisik (Physical Recreation) dimana peserta dididik menjadi lebih disiplin dan memiliki kebiasaan berolah raga serta keterampilan berolah raga. Contoh: 1. melakukan kegiatan olah raga: sepak bola, berenang, basket, dll 2. melakukan kegiatan yang banyak bergerak: menari
  4. Kegiatan Perjalanan Petualangan (Adventurous Journey), yaitu Award yang memberikan pengalaman unik  dan menantang. Tujuannya adalah untuk memberikan semangat berpetualang dan keingintahuan dalam melakukan perjalanan bersama-sama dalam satu grup. Tiga tipe perjalanan yang dapat dipilih adalah: 1. Ekslporasi: petualangan yang menitikberatkan pada tujuan perjalanan dan bukan perjalanan itu sendiri. Contoh: mengunjungi gua-gua jepang dan belajar tentang sejarah. 2. Ekspedisi: petualangan yang menitikberatkan pada perjalanan itu sendiri dan bukan pada tujuannya. Contoh: mendaki Gunung Bromo, Susur gua bawah tanah. 3. Petualangan Lain: petualangan yang sungguh berbeda dari eksplorasi dan ekspedisi.

Tiga Level Award

Setiap peserta IAYP berkesempatan memilih dan menentukan satu dari tiga level Award dalam tiap komponen yang telah dipilihnya. Tiga level tersebut adalah level Bronze, level Silver dan level Gold. Khusus peserta yang memilih level Gold diwajibkan untuk mengikuti proyek permukiman (Residential Project). Proyek permukiman merupakan bagian dari Award yang memberikan pengalaman berarti bagi peserta dimana peserta diwajibkan untuk melakukan kegiatan bermakna dengan orang-orang yang tidak mereka kenal. Contoh: melakukan kegiatan membantu korban bencana alam atau mengikuti training tertentu.

 

Pin Award Bronze, Silver dan Gold

Bronze, dapat diraih oleh peserta yang menekuni salah satu komponen selama 6 bulan. Sedangkan Silver diberikan kepada peserta yang menekuni salah satu komponen selama 12 bulan. Bagi peserta yang menginginkan meraih Gold, mereka harus menekuni salah satu kompponen selama 18 bulan.

Struktur Award

Kantor pusat program Award ini berada di London dengan sebutan International Award Assotiation (IAA). Di dunia program Award terpusat di empat regional: Asia Pasific, Americas, Africa, dan EMAS (Europe Mediterranean & Arab States) yang masing-masing dipimpin oleh seorang direktur.

Perwakilan Award di suatu negara disebut National Award Authority (NAA). Perwakilan ini memiliki kebebasan untuk memilih nama Award dan logo Awardnya.

Institusi atau sekolah atau universitas yang berada di suatu wilayah negara yang memiliki NAA disebut sebagai Licensed Operator (LO). Setiap LO menjalankan tugas dan fungsinya mengikuti aturan yang dibuat oleh NAA.

Institusi atau sekolah atau universitas yang berada di negara yang tidak memiliki NAA tetapi menjalankan progran Award ini disebut Independent Operator (IO). IO menjalankan tugas dan fungsinya mengikuti peraturan yang diberlakukan oleh IAA London.

Indonesia berada di regional Asia Pacific, yang merupakan regional terluas di dunia yang berpusat di Sidney, Australia. Saat ini direktur IAYP Asia Pasific dipegang oleh Sue Walker dan Rop Oliphant sebagai Programe Manager yang memimpin 13 NAA.

NAA Indonesia berpusat di Jakarta dipimpin oleh Bapak Oentoeng Felix Soebagja sebagai pembimbing, serta Bapak Faisal Badroen dan Bapak Mayong Suryolaksono sebagai ketua dan sekretarisnya. Program manager IAYP Indonesia dipegang oleh Dorothy Ferary.

BPK PENABUR telah ikut serta program IAYP ini sejak tahun 2003 dan menyematkan penghargaan kepada ratusan kaum muda di BPK PENABUR dengan Bapak Thomas Kristo, kepala SMPK PENABUR Gading Serpong,  sebagai leader utamanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: