PSIKOLOGI

YANG MEMBUAT KITA

JADI PENDENGAR YANG TIDAK BAIK

Menjadi pendengar yang baik tidaklah semudah yang dibayangkan. Sebab, seorang pendengar belum tentu seorang pendengar yang baik dan aktif. Ketika Anda menjadi pendengar aktif, Anda memberikan perhatian pada pembicaraan orang lain, dan tak terganggu dengan hal-hal lain termasuk yang ada dalam pikiran Anda sendiri. Anda juga memberikan perhatian pada komunikasi verbal dan gerakan non verbal lainnya, serta memberikan timbal balik terhadap pembicaraan tersebut.

Kunci dari menjadi pendengar yang baik adalah mengenali hambatan-hambatan dalam diri Anda, yang menyebabkan Anda susah berkonsentrasi dan memberi perhatian lebih pada orang yang sedang berbicara dengan Anda. Hal-hal yang sering menjadi penghambat Anda menjadi seorang pendengar yang baik adalah:

Selalu membandingkan.
Ketika seseorang bercerita kepada Anda, yang ada di benak Anda adalah selalu membandingkannya dengan diri sendiri. Hal ini bisa menghambat Anda untuk berpikir jernih dan menjadi pendengar yang baik. Ketika membandingkan, Anda mulai berpikir bahwa Anda lebih hebat darinya, lebih mampu, dan memiliki emosi yang lebih stabil. Sebagai contoh, “Untuk sarapan dia makan makanan berat, sementara saya cuma makan apel. Nggak heran dia jadi gendut begitu!” Sifat pembenaran terhadap diri sendiri, dan cenderung menganggap orang lain selalu salah bisa membuat Anda justru dimusuhi orang lain.

Membaca pikiran orang. Sangat sulit untuk memberikan perhatian pada pembicaraan orang lain ketika Anda sibuk menganalisa apa yang dipikirkan orang tersebut. Jika Anda melakukan hal ini, maka Anda hanya bisa berasumsi dan menerka-nerka perasaan orang tersebut tanpa melihat kenyataannya.

Ketika melakukan hal ini, Anda berusaha untuk menyaring informasi, dan menganalisa tingkat emosional seseorang. Begitu Anda melakukan ini, Anda membiarkan pikiran Anda memikirkan hal-hal lainnya. Anda hanya menyimak satu cerita dan tidak cerita lainnya. Tapi terkadang hal ini juga bisa bersifat positif karena membuat Anda menyaring infomasi yang negatif. Ketika merasa bosan, Anda cenderung untuk mengalihkan pembicaraan, sehingga pembicaraan ini menjadi tidak serius.

Memikirkan jawaban.
Ketika Anda berusaha untuk melatih apa yang harus Anda katakan setelah orang tersebut selesai berbicara, hal ini akan menyita perhatian Anda. Ketika berusaha memikirkan jawaban atas obrolan yang tengah berlangsung, Anda jadi tidak menyimak apa yang dibicarakan orang tersebut.

Menghakimi.
Ketika Anda menghakimi seseorang, Anda memberikan cap negatif padanya. Tak jarang, Anda malahan memberikan cap tersebut ketika Anda belum mendengar semua ceritanya. Tak jarang pendapat Anda tersebut malah menimbulkan perdebatan di antara Anda. Jika harus membuat penilaian, buatlah penilaian tersebut setelah selesai mendengar keseluruhan cerita.

Tenggelam dengan pikiran sendiri. Saat sedang mendengarkan separuh cerita yang panjang, tak jarang Anda justru berimajinasi dengan masa lalu yang pernah Anda alami. Terkadang, cerita hidup seseorang memang hampir mirip dengan perjalanan hidup Anda sendiri. Namun, jangan lantas tenggelam dengan pikiran Anda sendiri sehingga tidak menyimak keseluruhan kisah teman Anda. Kita cenderung untuk melamun ketika kita merasa gelisah atau bosan. Ketika Anda melakukan hal ini, artinya Anda tidak menghargai orang tersebut.

Sok tahu.  Jika Anda sering memotong pembicaraan, dan kemudian menasehati seseorang tanpa mendengarkan seluruh jalan ceritanya, Anda jadi terlihat sok tahu. Lebih baik, dengarkan dulu dengan baik semua ceritanya, baru kemudian memberi nasehat atau jalan keluar untuk masalah yang dialaminya.

Menjilat. Anda suka ketika orang lain menyukai Anda, sehingga Anda setuju dengan semua hal yang dibicarakan. Seolah-olah, Anda mengerti semua hal yang mereka sampaikan. Anda senang terlihat supportif dan baik, agar terlihat manis di depan orang lain. Seringkali Anda mengatakan, “Oh ya, benar banget!”, “Iya, aku tahu”, “Iya, aku pikir juga begitu”. Mungkin sebenarnya Anda bermaksud untuk menenangkan, namun Anda tidak benar-benar terlibat dalam cerita secara utuh.

PENGARUH GAME ONLINE

Game Online  menyebabkan kepribadian ganda


picture from: balinetblog.blogspot.com

Hasil penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Hanover, Jerman mengatakan, game online bisa mengakibatkan kepribadian ganda. Seorang wanita yang sering main game online tiap hari selama 3 bulan, dengan memainkan beberapa tokoh yang berbeda. Ternyata, tokoh-tokoh imajinasi itu mengambil alih kepribadiannya. Sehingga, wanita tersebut kehilangan kendali atas identitas dan kehidupan sosialnya.

Banyak psikolog Indonesia yang mengatakan, dampak psikis orang yang suka memainkan game online adalah sulitnya konsentrasi dan susahnya bersosialisasi. Karena terus-terusan keasyikan main game bahkan kecanduan, itu akan membuat orang malas belajar dan sulit berkonsentrasi. Banyak pelajar suka bolos, demi mainan ini. Dampak sosialnya, game online bikin orang jadi cuek, kurang peduli dengan lingkungannya.

Dampak Video Game pada Aktivitas Otak

Akio Mori seorang professor dari Tokyo’s Nihon University melakukan riset mengenai dampak video game pada aktivitas otak. Dari penelitian Akio Mori tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 poin penting yang antara lain:

Pertama, penurunan aktivitas gelombang otak depan yang memiliki peranan sangat penting, dengan pengendalian emosi dan agresivitas sehingga mereka cepat mengalami perubahan mood, seperti mudah marah, mengalami masalah dalam hubungan sosial, tidak konsentrasi, dan lain sebagainya.

Kedua, penurunan aktivitas gelombang beta merupakan efek jangka panjang yang tetap berlangsung meskipun gamer tidak sedang bermain game. Dengan kata lain para gamer mengalami “autonomic nerves” yaitu tubuh mengalami pengelabuan kondisi di mana sekresi adrenalin meningkat, sehingga denyut jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen terpacu untuk meningkat. Bila tubuh dalam keadaan seperti ini maka yang terjadi pada gamer adalah otak mereka merespon bahaya sesungguhnya.

Tips Agar Tidak Kecaduan Game Online

Margaretha Soleman, M.Si, Psi menuliskan dampak buruk secara sosial, psikis, dan fisik dari kecanduan bermain game online dan cara-cara penyembuhannya.
Secara Sosial
Hubungan dengan teman, keluarga jadi renggang karena waktu bersama mereka menjadi jauh berkurang.
Pergaulan kita hanya di game online saja, sehingga membuat para pecandu game online jadi terisolir dari teman-teman dan lingkungan pergaulan nyata.
Ketrampilan sosial berkurang, sehingga semakin merasa sulit berhubungan dengan orang lain.
Perilaku jadi kasar dan agresif karena terpengaruh oleh apa yang kita lihat dan mainkan di game online.

Secara Psikis
Pikiran kita jadi terus menerus memikirkan game yang sedang kita mainkan. Kita jadi sulit konsentrasi terhadap studi, pekerjaan, sering bolos atau menghindari pekerjaan.
Membuat kita jadi cuek, acuh tak acuh, kurang peduli terhadap hal-hal yang terjadi di sekeliling kita.
Melakukan apa pun demi bisa bermain game, seperti berbohong, mencuri uang, dll.
Terbiasa hanya berinteraksi satu arah dengan komputer membuat kita jadi tertutup, sulit mengekspresikan diri ketika berada di lingkungan nyata.

Secara Fisik
Terkena paparan cahaya radiasi komputer dapat merusak saraf mata dan otak.
Kesehatan jantung menurun akibat bergadang 24 jam bermain game online. Ginjal dan lambung juga terpengaruh akibat banyak duduk, kurang minum, lupa makan karena keasyikan main.

Berat badan menurun karena lupa makan, atau bisa juga bertambah karena banyak ngemil dan kurang olahraga. Mudah lelah ketika melakukan aktivitas fisik, kesehatan tubuh menurun akibat kurang olahraga. Yang paling parah adalah dapat mengakibatkan kematian.

Sumber: ksupointer.com/2009/dampak-game-online

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: